Tuesday, June 23, 2015

Time Riders: The Eternal War (Time Rider #4)

11376236_654402521327927_97422150_n

Sal, Liam dan Maddy kembali melakukan perjalanan waktu. Kali ini untuk membenahi waktu yang terganggu akibat kematian Abraham Lincoln akibat tertabrak kereta kuda. (ini serius)

Ditemani oleh Bob dan Sal yang ngotot ingin merasa lebih berguna, akhirnya Liam pergi melakukan perjalanan itu dan berhasil menyelamatkan Lincoln yang ternyata mabuk berat dan kemudian pingsan setelah mereka berhasil menyelamatkannya. Beberapa saat setelah sadar, dia mencuri dengar pembicaraan antara Liam dan yang lainnya berkenaan dengan nasib dirinya, ‘masa depan’ dan ‘presiden’. Meskipun baginya itu tidak terlalu jelas tapi sudah cukup untuk membuatnya penasaran dan melompat ke jendela waktu tepat ketika Liam dan yang lain melakukan perjalanan pulang, dan kemudian melarikan diri ke dunia yang tidak dia kenal. Saat itulah gelombang waktu berdatangan dan merubah kenyataan yang seharusnya berjalan.

Berhasilkan mereka menemukan Lincoln dan mengembalikan ke kenyataan sebenarnya apalagi setelah ruangan beratap lengkung dan isinya rusak dan porak poranda akibat getaran gelombang waktu yang sangat besar?




Buku keempat dari seri Time Riders karya Alex Scarrow ini masih berkutat dengan perbaikan waktu yang harus dilakukan oleh Liam dan tim. Buat saya pribadi, seri ini mulai sedikit memenangkan rasa bosan saya. Kenapa? Karena sejarah dan masalah yang terjadi secara berulang tanpa disertai pengembangan cerita yang signifikan. Apalagi dalam buku ini pula perkembangan cerita utama berkenaan dengan agen perjalanan waktu dan kisah dibalik terjadinya perjanan waktu yang terjadi saat ini hanya disinggung sedikit, kurang dari 5 halaman. Bahkan kisah tentang jati diri Foster yang terbongkar pada buku sebelumnya pun terasa dilupakan dan hanya disinggung dalam 2-3 baris kalimat.

Seperti yang sudah-sudah Alex Scarrow menggunakan konsep perjalanan waktu yang bahwa kenyataan yang ada hanya satu, dan kenyataan alternatif yang lain akan hilang dan terlupakan. Buku lain yang mempunyai konsep serupa adalah The Gideon Trilogy karya Linda Buckley-Archer, meskipun tidak dijelaskan secara nyata tetapi bertahan pada satu kenyataan saja. Paling jelas ketika Kate meninggalkan pesan untuk temannya.

Untuk perkembangan cerita pada buku ini, tidak perlu dikomentari lebih lanjut karena hampir rasanya tidak ada. Bahkan kisah penyelamatan waktunya sendiri meski dikemas dalam cerita lain (dalam hal ini penyelamatan Abrahan Lincoln) juga tidak berhasil mendapatkan perhatian. Aspek kejutan dan ketertarikan buat pembaca untuk melanjutkan ke halaman berikutnya juga bisa dibilang tidak ada karena semuanya terasa biasa saja.

Beruntunglah buku ini masih dikemas dalam cover aslinya yang menarik perhatian dan jujur saja, menarik untuk dikoleksi dan disandingkan berurutan. :D Kalau ditanya apa saya menunggu buku kelima? Jujur saja, saya pasrah..haha diterbitkan oke, tidak diterbitkan juga tidak masalah apalagi dengan cerita sperti ini. Hahaha

3 comments: