Friday, March 13, 2015

Leviathan (The Fallen #2)

image

Perjalanan Aaron Corbet untuk menemukan adiknya, Stevie berlanjut. Ditemani oleh anjing yang telah diubahnya kesayangannya, Gabriel dan seorang malaikat mantan pemimpin Kekuatan, Camael. Camael sendiri memutuskan untuk mempercayai ramalan yang ada dan mempercayai bahwa Aaron adalah anak yang ada dalam ramalan tersebut setelah melihat apa yang bisa dia lakukan pada pertarungan sebelumnya, saat keluarga Aaron diserang Verchiel.

Aaron sendiri merasa galau bingung dengan keadaan yang kini dihadapinya, meninggalkan Vilma (gadis yang disukainya) dan kehidupannya untuk adik yang entah ada dimana. Ezekiel (malaikat yang pertama kali mengajari tentang siapa dirinya dan bekas malaikat yang pertama kali mempercayai bahwa dialah yang disebutkan dalam ramalan) pun telah kembali ke Surga, yang menambah kesedihan di hatinya.

Perjalanan membawa mereka ke sebuah kota kecil, karena firasat yang mengatakan bahwa dia diharuskan berada ditempat itu Gabriel yang terluka karena sebuah pertarungan saat dalam pencarian mereka. Guna menemukan petunjuk akhirnya Aaron memutuskan untuk tinggal di tempat itu dan membantu Katie. dokter hewan berlisensi yang merawat Gabriel di klinik Kevin pacar tunangan temannya yang kini menghilang,

Di kemudian hari, kota berubah mencekam. Gabriel menghilang tanpa jejak setelah Camael pergi tanpa alasan beberapa hari sebelumnya, yang ditemukannya hanyalah petunjuk dan kecurigaan mengenai dimana mereka berada, sebuah pabrik yang pernah disinggung Katie dan direncanakan akan 'dikunjungi' malam itu.

Aaron akhirnya mendatangi tempat itu. Tempat dimana dia diserang oleh sebuah makhluk yang merupakan sumber dari semua keanehan yang terjadi, yang mengaku dirinya adalah sang Leviathan. Siapa Apakah Leviathan itu sesungguhnya?




Akhirnya, sampai juga di buku dua seri The Fallen karya Thomas E. Sniegoski, Leviathan (sama seperti judul diatas #plakk). Cerita kali ini lebih bagus daripada buku sebelumnya setidaknya menurut saya. Keseruan dan atmosfernya jauh lebih terasa dan lebih kental. Konflik dan aksi yang terjadi juga menambah ketegangan dalam membacanya.

Jujur saja saya mengabaikan lini waktu yang ada di seri ini dan untungnya hal tersebut tidak mengurangi keasyikan cerita yang ada pada buku ini. No biggie

Beberapa hal yang saya keluhkan pada buku pertamanya ternyata dijawab pada buku ini.

1 comment: