Showing posts with label komedi. Show all posts
Showing posts with label komedi. Show all posts

Tuesday, November 24, 2015

Treasure Hunters (Treasure Hunters #1)

11351931_1491531864483473_1866998704_n


From the #1 New York Times bestselling author of Middle School, the Worst Years of My Life and I Funny comes a brilliantly original new adventure series, jam-packed with action, humor, and heart!

The Kidd siblings have grown up diving down to shipwrecks and traveling the world, helping their famous parents recover everything from swords to gold doubloons from the bottom of the ocean. But after their parents disappear n the job, the kids are suddenly thrust into the biggest treasure hunt of their lives. They'll have to work together to defeat dangerous pirates and dodge the hot pursuit of an evil treasure hunting rival, all while following cryptic clues to unravel the mystery of what really happened to their parents--and find out if they're still alive.


Hardcover: 452 pages

Publisher: September 16th 2013 by Little, Brown and Company (first published 2013)

Original Title: Treasure Hunter

Language: English

ISBN-10: 031620756X

ISBN-13: 978-0316207560

Series: Treasure Hunters #1






Cerita bermula saat sang ayah hilang di tengah badai yang menghantam kapal mereka, The Lost. Tommy sebagai kakak tertua akhirnya mengambil alih kemudi kapal (dan tentu saja pengambil keputusan) dan bersama-sama dengan Storm, anak kedua yang mempunyai ingatan fotografik dan tidak lupa Beck dan Bick yang mempunyai.... anggap saja konfrontasi di antara mereka berdua, oh...dan jangan lupa mereka saudara kembar.


Dengan mempergunakan informasi yang dikumpulkan oleh ayahnya, yang kesemuanya disimpan didalam sebuah ruang terkunci, berpintu baja tebal dan hanya Storm yang tahu dimana kuncinya disembunyikan (penting!), mereka mencoba untuk melanjutkan pencarian harta karun yang dimaksud sang ayah (meski mereka sendiri tidak tahu itu apa).


Mengikuti petunjuk yang ada dan tidak ingin mengecewakan para klien ayahnya, membawa mereka menemui Louie yang bertransaksi dengan siapa saja yang menguntungkan dirinya, melakukan penukaran barang dan melanjutkan perjalanan sesuai dengan petunjuk yang mereka dapat. Tak disangka, musuh bebuyutan ayahnya juga mengincar apa yang mereka incar (yang lagi-lagi, tidak jelas juga apa sebenarnya).


Perburuan harta karun itu membawa mereka ke kota dan daerah yang baru, bertemu dengan orang yang rencananya akan ditemui ayahnya dengan dibantu seorang Paman yang mereka anggap sebagai Paman meskipun sebenarnya bukan Paman mereka :D #plakk, lengkap dengan peralatan nirkable yang berada di telingganya setiap waktu (yang tentu saja menimbulkan kecurigaan seluruh anak-anak Kidd), mengadakan negosiasi yang sedikit demi sedikit menguak kebenaran tentang ayah dan ibu mereka yang semakin misterius.


Perjalanan mereka tidak selalu berjalan mulus. Mulai dari Tommy yang 'tebar pesona' ke cewek-cewek yang ditemuinya, Storm yang (gimana ya....liat saja bentuk tubuhnya), Beck dan Bick yang hampir selalu berargumen satu sama lain, terutama mengenai ayah dan ibunya yang mereka. Bick yang meyakini ayah mereka masih hidup dan ibu mereka meninggal dan Beck yang berpendapat sebaliknya, Ibu mereka masih hidup dan ayah mereka yang sudah meninggal, atau hanya sekedar bertengkar mengenai masalah yang sepele. Tapi meski begitu, pada akhirnya mereka akan akur kembali.


Karena selebihnya cerita petualangan, maka tidak akan seru bila saya cerita lebih banyak.







Ditulis dengan gaya menulis yang menarik, lucu dan berkarakter. Entah siapa yang berjasa untuk itu, James Patterson atau Chris Grabenstein atau mungkin Mark Shulman, yang entah kenapa muncul di list author Goodreads tapi tidak muncul di sampul bukunya.

Didukung dengan ilustrasi dari Juliana Neufeld Beck yang menggambarkan adegannya dengan lucu pas turut mendukung penceritaan yang sudah cukup hancur. (Ditambah lagi dengan ilustrasi Bick yang lebih ancur daripada Beck).

Secara emosional, beberapa bagian cukup sukses dan tanpa sadar membuat saya sedih, salah satu andalan dari buku-buku seri anak James Patterson. Kita lihat saja Middle School yang meskipun Rafe bisa dibilang usil, tapi latar belakang keluarganya membuat saya merasa beruntung, atau seri I Funny yang mengedepankan Jamie dengan kondisinya.




JP dan CG sendiri sebelumnya sudah banyak bekerjasamaan di seri lainnya, katakan saja I Funny atau Daniel X. Ditambah dengan Juliana Neufeld, seorang ilustrator berbakat memenangkan beberapa penghargaan berkat karya-karyanya. Selain di seri Treasure Hunter ini mereka juga bekerja sama melahirkan seri House of Robots, buku yang berkisah seorang anak yang kesulitan untuk mencari teman di lingkungannya.

Berikut hasil kerjasama antara James Patterson dan Chris Grabenstein (dan juga Juliana Neufeld untuk Treasure Hunter dan House of Robots) yang telah diterbitkan:
DANIEL X SERIES
Daniel X: Lights OutDaniel X: Armageddon

I FUNNY SERIES
I FunnyI FunnyI Totally FunniestI Funny TV

TREASURE HUNTERS SERIES
Treasure HuntersTreasure Hunters: Danger Down the NileTreasure Hunters: Secret of the Forbidden City

HOUSE OF ROBOTS SERIES
House of RobotsHouse of Robots: Robots Go Wild

Buat kalian yang mau mencoba seri ini (atau yang lainnya), beberapa chapternya bisa didownload langsung dari tautan dibawah ini:

Daniel X: Armageddon
Daniel X: Lights Out
I Funny
I Even Funnier
I Tottaly Funniest
I Funny TV
Treasure Hunters
Treasure Hunters: Danger Down the Nile
Treasure Hunters: Secret of the Forbidden City
House of Robots
House of Robots: Robots Go Wild!

SPOILER ALERT


Silakan dipilih pada bagian yang ingin dibaca.

Sepintas, pertama kali saya membaca cerita ini, entah kenapa pikiran saya langsung terbang (halah) dan teringat Alex Rider karya Anthony Horowitz. Buku yang berkisah tentang perjalanan seorang pemuda 14-15 tahun yang merupakan keponakan dari seorang Agen Rahasia yang tewas saat menjalankan misinya. Hingga pada akhirnya dia kemudian masuk dan bergabung dengan agen rahasia itu.

Alex_rider2


Pada saat itulah, dia baru menyadari bahwa aktifitas yang dilakukan bersama pamannya menjadi semacam latihan untuk dirinya dan mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang agen rahasia.

Pada buku ini, Anak-anak keluarga Kidd juga tanpa mereka sadari diberi pembekalan oleh orang tua mereka, sesuai kemampuan mereka sendiri-sendiri. Seperti halnya paman Alex Rider yang ternyata seorang agen rahasia, Ayah dan Ibu mereka ternyata juga merupakan agen yang menyamar dan mengincar para penyelundup dan penadah barang-barang berharga.

Tuesday, October 13, 2015

The Last Dragonslayer (Chronicles of Kazam #1)

11349354_486110211549424_895027724_n"Jangan biarkan seseorang memberitahumu bahwa masa depan sudah tertulis. Tergantung kita untuk menerima masa depan begitu saja atau mengubahnya."

Dahulu kala, para penyihir adalah kalangan terhormat yang melakukan hal-hal hebat seperti menyelamatkan kerajaan dari serangan Naga. Namun, di masa modern, orang tak lagi butuh sihir. Penyihir terpaksa melakukan pekerjaan remeh seperti membersihkan saluran air tersumbat atau mengantar piza dengan karpet terbang demi bertahan hidup.

Jennifer Strange, anak magang di sebuah agensi penyihir yang nyaris bangkrut, suatu hari menerima sebuah ramalan besar. Menurut ramalan itu, Naga terakhir di dunia akan tewas di tangan Pembantai Naga. Jennifer yakin bahwa Naga berkaitan erat dengan keberadaan sihir, jadi jika Naga terakhir tewas, mungkinkah seluruh sihir di dunia akan lenyap? Bertekad menghentikan ramalan ini, Jennifer melacak keberadaan sang Pembantai Naga, dan harus berhadapan dengan antek-antek raja yang menginginkan kematian sang Naga.


Paperback: 268 halaman

Publisher: 1 Oktober 2015 oleh Mizan Fantasi ( (pertama kali terbit 1 Januari 2010)

Original Title: The Last Dragonslayer

Language: Bahasa Indonesia

ISBN-10: -

ISBN-13: 978-9794339046

Series: Chronicles of Kazam #1






Jennifer Strange, Seorang anak magang dengan dua huruf 'n' berusaha untuk mempertahankan agensi dimana dia bekerja. Seorang anak perempuan yang kemudaan untuk tugas yang diembannya. Tidak hanya satu dua orang yang meragukan kemampuannya dalam mencari Pembantai Naga terakhir, menguasai Tanah Naga yang selama ini dilindungi dalam Perjanjian Naga yang menjadi rebutan banyak pihak,


Pencarian Jennifer Strange berlanjut. Dari pintu ke pintu guna menemukan petunjuk siapakah Pembantai Naga terakhir yang berhak memasuki tanah naga dan keluar hidup-hidup. Karena selain Pembantai Naga atau anak magangnya semua orang yang memasuki Tanah Naga akan mati.  Akhirnya titik terang dia temukan, keberadaan Pembantai Naga terakhir ternyata tidak jauh dari dirinya.


Dengan memperjuangkan pemikiran yang berbeda dengan kebanyakan orang dia mencari cara untuk mengakhiri konflik antara naga dan manusia dengan damai. Dan nagalah yang memberikan kekuatan pada sihir menjadi pertimbangannya untuk melaksanakan tugasnya.






Jennifer Strange bukanlah saudara jauh dari Doctor Strange atau cucu dari Jonathan Strange. Dia hanyalah anak telantar yang mempunyai pemikirannya sendiri. Dengan sedikit keras kepala, berakal cerdas dan dia mempunyai caranya sendiri untuk menyelesaikan masalah. Ditulis dengan gaya bercerita penuh dengan sarkasme yang membuat saya tertawa,  tersenyum karena tidak jauh dari kebiasaan sepele 'mempermasalahkan kalimat sepele dan membuatnya seolah menjadi masalah besar'.


Pemberian nama pada karakter yang sedikit nyeleneh menjadi poin tambah buat penyuka serial dengan genre seperti ini, sebut saja Moobin, Quarkbeast (yang tidak terlalu jelas dia itu apa), Tiger Prawns dan Zenobia sebagian dari karakter yang 'memenangkan' nama aneh tersebut. Sayang, karena hal tersebut pula sebagaian orang mungkin akan berpendapat bahwa buku ini tidak digarap dengan serius.


Meski begitu, buku ini sebenarnya mempunyai nilai moral tersendiri. Misal pada satu bagian narasi di awal buku, Jennifer bercerita





Aku yang mengemudi, mungkin di wilayah lain ini aneh, tapi tidak demikian di Kerajaan Hereford ini, yang memang aneh sendiri di antara negara Inggris Tidak-Raya lainnya. karena ujian mengemudinya berdasarkan kedewasaan, bukan usia.


Disini penulis melakukan kritik sosial terhadap orang-orang dengan jelas yaitu Surat Izin Mengemudi (SIM) diberikan kepada orang dengan tingkat kedewasaan yang sudah memenuhi standar bukan dengan bilangan umur mereka. Saya sendiri banyak mendapati bahwa orang-orang di dunia ini yang mempunyai SIM tapi belum memenuhi tingkat kedewasaan yang dibutuhkan. Parkir, sampah, tata tertib berlalu lintas dan segala tetek bengek yang dianggap sepele bagi orang tersebut,


Selain itu penulis juga memberikan kesan bahwa dia tidak puas dengan keadaan negaranya tersebut dengan menggunakan kata Inggris Tidak-Raya, atau mungkin saya yang terlalu berspekulasi terlalu berlebihan.


Menilik masalah terjemahan, sedikit banyak menangkap esensi candaan yang termuat didalam kata-kata yang ada di ceritanya, karena di negara asli penulis, mereka lebih suka bermain komedi dengan berkata-kata dibanding dengan tingkah laku (seperti di negara kita). Guyonan segar yang terkandung dalam kalimat yang bertebaran di buku ini ditulis dengan sangat menarik, tidak menghilang dari inti cerita tapi tidak membuat kening berkerut saat membaca ceritanya.


Ada dua kata di buku ini yang sebenarnya tidak salah, tapi sedikit aneh untuk diterima karena jarang dipakai yaitu adanya kata 'lungsuran' dan 'kemudaan' (yang saya sengaja gunakan diatas).





lungsur 2/lung·sur /Jw v,lungsuran/lung·sur·an/n pakaian bekas (barang lama dan sebagainya)





kemudaan /ke·mu·da·an /1n perihal muda; 2a keadaan berusia muda: - selalu mempunyai daya tarik yang ajaib;3a cak terlalu muda: mereka nikah - sehingga rumah tangganya berantakan;



Berdasarkan selera saya lebih memilih pakaian bekas, dan terlalu muda. :D Terlepas dari itu semua, dalam buku ini suasana London dan Inggris Tidak-Raya hadir dengan suasana yang lebih segar. Cover yang dibuat sedikit kasar pada bagian sisik naga, Taksi warna kuning dan Big Ben yang mewarnai latar sampul memperkuat nuansa dimana cerita berasal tanpa perlu membuka isi bukunya :P.

Wednesday, January 14, 2015

Big Nate: Strikes Again!

image

Lagi! Tentang Nate bersama sekutu teman-temannya, Francis dan Teddy.

Berbeda dengan buku sebelumnya yang saya baca sambil tertawa bercerita tentang perjuangannya melawan penjajahan kharisma Artur dan kecantikan pesona Jenny yang membuat Nate gila lupa diri, buku ini berfokus pada Gina. Sahabat Musuh sejatinya dalam segala hal, karena perbedaan prinsip dalam menikmati hidup bersekolah.

Perjodohan Keadaan memaksa mereka untuk menjadi rekan bisnis kerja untuk menyelesaikan tugas gara-gara 'tonsil' dan satu tim Fleeceball (jangan tanya permainan apa itu) karena ceramah guru yang diarungi dialami Nate karena kebaikan pelatih olahraganya.




Jujur saja, buku ini tidak belum berhasil membuat saya tertawa tersenyum karena ceritanya yang lebih manusiawi daripada buku lainnya yang konyol setengah waras.